WARGAGRESIK.id – Dalam buku Kota Gresik 1896-1916 yang ditulis Oemar Zainuddin dijelaskan bahwa sebelum aksara latin dikenal secara luas, aksara yang paling populer di Gresik pada saat itu adalah aksara pegon yang diperkenalkan melalui pesantren-pesantren.
Aksara pegon ini dipakai untuk menulis bahasa Jawa atau bahasa Melayu. Warga Gresik yang mayoritas beragama Islam sudah paham membaca aksara pegon ini.
Pada zaman itu, aksara ini sudah biasa digunakan oleh warga. Dalam komunikasi surat-menyurat, misalnya. Tak hanya itu, dalam membuat pembukuan perdagangan, mayoritas pengusaha yang skalanya belum besar pada masa itu menggunakan aksara pegon.
Namun, setelah usaha mereka maju dan berkembang serta terjalinnya kemitraan dagang dengan bangsa lain, maka seiring berjalannya waktu digunakanlah aksara latin.
