WARGAGRESIK.id – Apa sih kopi nggersikan itu? Singkatnya, karena Gresik tidak punya kebun kopi, maka akhirnya yang menjadi khas di sini adalah tata cara, aktivitas, sistem, atau bahkan aktivitas di dalamnya yang sudah menjadi tradisi di masyarakat. Seperti tradisi kopag alias kopi pagi. Biasanya, masyarakat Gresik melakukan tradisi ini sebelum memulai bekerja, berdagang, atau aktivitas lainnya. Bahkan, mereka juga melakukannya saat sedang libur.
Dalam buku Grissee Tempo Doeloe yang ditulis Dukut Imam Widodo, dkk., setidaknya ada 4 jenis lain kopi nggersikan (khas Gresik) yang sudah ada sejak dulu. Jenis yang pertama. Kopi Kopyok atau biasa disebut kopi kasar. Kopi dengan gilingan kasar disajikan dalam gelas bersamaan dengan gula, bisa juga kental manis, dan air mendidih yang tidak boleh diaduk terlebih dulu, lantaran menunggu pecahan-pecahan biji kopi yang kasar itu kemampul atau mumbul atau mengapung melebihi tinggi gelas dan biasanya ditambahkan bubuk krimer di atasnya.
Kedua. Kopi Parkir. Jenis ini tidak terikat oleh biji kopi, cara penyajian, atau hal teknis lainnya. Akan tetapi, lebih kepada aktivitas pelanggan yang sudah dihafal penjual. Sederhananya, kita cukup beli kopi apa pun itu, setelahnya kita seruput tidak sampai habis, lalu kita tinggal pergi saja entah ke mana, asalkan keluar dari tempat ngopi tersebut. Lantas beberapa waktu atau jam ke depan kita kembali lagi dan secara ajaib kopinya akan masih tetap di tempat.
Ketiga. Kopi Termos. Kalau yang satu ini, pasti sebagian besar pecinta kopi di Gresik tidak akan menyukainya. Kenapa begitu? Karena air panas yang digunakan untuk menyeduh kopi berasal dari termos yang sudah pasti suhunya tidak sama persis jika dibandingkan dengan mendidih langsung dari kompor.
Terakhir. Kopi Endhas. Endhas yang dimaksud di sini adalah kepala kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Kenapa disebut demikian? Secara umum, warga Gresik adalah penyuka kopi kental dan mayoritas penjual kopi sudah memahami hal itu. Tetapi, tetap saja ada yang menyajikannya bening.
Akar penyebutan itu dimulai dari sini. Yakni saat hendak menyeruput kopi dan karena kopinya bening, maka tampaklah bayangan kepala (endhas) dalam cangkir atau gelas tersebut.