WARGAGRESIK.id – Terletak di Desa Dalegan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Wisata Pasir Putih (WPP) Dalegan atau kerap dikenal dengan Pantai Dalegan, menjadi destinasi favorit bagi wisatawan lokal, khususnya dari Jawa Timur.
Pantai ini terkenal dengan pasir putihnya yang lembut dan halus, membentang seluas 2,5 hektare. Letaknya yang strategis di jalur Pantura memudahkan akses bagi kendaraan pribadi maupun bus wisata.
Selain pemandangan Laut Utara yang memukau, pengelola menyediakan berbagai fasilitas penunjang, area parkir luas, gazebo, toilet, kamar bilas, musala, serta wahana air seperti banana boat, dan penyewaan pelampung dengan tarif terjangkau.
Meskipun menawarkan keindahan yang menawan, pengelolaan Pantai Dalegan sering kali dihadapkan dengan masalah kebersihan, khususnya tumpukan sampah di bibir pantai.
Kepala Kantor Wisata Pasir Putih Dalegan Mafudi memberikan penjelasan mengenai kondisi kebersihan di area pantai yang sering kali dipengaruhi oleh siklus alam.
“Pantai Dalegan ini memang sering kali berhadapan dengan tumpukan sampah di bibir pantai pada waktu-waktu tertentu. Perlu digarisbawahi bahwa tumpukan sampah tersebut bukanlah berasal dari pengunjung atau minimnya kesadaran pihak pengelola Dalegan, melainkan murni merupakan sampah kiriman yang terbawa arus muara Sungai Bengawan Solo,” jelas Mafudi.
Secara teknis, Pantai Dalegan memiliki ombak yang tergolong tenang, membuatnya lebih aman untuk berbagai aktivitas di pantai, terutama bagi anak-anak yang ingin bermain di tepi air. Kondisi ini menjadikan Pantai Dalegan sebagai tempat yang ideal bagi keluarga untuk bersantai, bermain pasir, atau menikmati kegiatan air dengan lebih nyaman dan tenang.
Ketenangan ombak menciptakan suasana yang damai, memungkinkan pengunjung menikmati pemandangan laut, berjemur, atau sekadar bersantai sambil mendengarkan suara deburan ombak yang menenangkan.
Keberadaan pantai ini membawa manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar, terutama bagi para pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). Sepanjang garis pantai, para pelaku UMKM menawarkan berbagai produk, mulai dari olahan hasil laut, kelapa muda segar, hingga pakaian dan aksesoris.
Dampak ekonomi ini juga tercermin dari kesempatan kerja bagi warga lokal yang terlibat dalam berbagai aktivitas operasional wisata, seperti penjaga tiket, petugas parkir, hingga pemilik warung makan. UMKM di kawasan ini menjadi tulang punggung pariwisata Dalegan, menyediakan berbagai kebutuhan pengunjung dengan harga terjangkau sekaligus memperkuat keberlanjutan ekonomi lokal.
“Kami biasanya menyesuaikan dengan pengunjung yang datang. Kalau lagi sepi atau cuacanya kurang bagus, kami tutup jam 5 sore. Tapi kalau ramai atau pas libur panjang, bisa buka sampai malam. Yang penting tetap layani pengunjung sebaik mungkin,” ucap Lilik, pelaku UMKM, saat bercerita tentang kesehariannya berjualan di area wisata.
Pantai Dalegan tidak hanya dikenal dengan fasilitas dan aktivitas ekonomi masyarakatnya, tetapi juga dengan pesona alam yang menarik pengunjung. Destinasi ini menjadi salah satu lokasi terbaik di Gresik untuk menikmati matahari terbit maupun terbenam.
Pada pagi hari, cahaya keemasan dari ufuk timur menciptakan suasana yang tenang. Sementara di sore hari, langit jingga kemerahan memantul di permukaan laut, membentuk siluet indah yang menjadi favorit pengunjung untuk diabadikan melalui foto maupun video.
Selain keindahan alamnya, keramahan masyarakat lokal, terutama para pelaku UMKM, menambah kenyamanan pengunjung. Meski terkadang harus menghadapi sampah kiriman, pengelola dan pedagang setempat terus menjaga kebersihan dan kenyamanan pantai. Pantai Dalegan menjadi destinasi yang tepat bagi keluarga untuk bersantai, bermain, dan menghabiskan waktu berkualitas bersama.
